Kematian DBD Meningkat di Tengah Rebaknya Virus Corona

Kematian DBD Meningkat di Tengah Rebaknya Virus Corona

beritatrendmasakini.com —  Dinas Kesehatan di Bogor mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit DBD ditengah merebaknya virus corona pada kalangan masyarakat.

Kasus ini tengah merebak di Kota Bogor. Kasus yang diawali dengan gigitan nyamuk Aedes Aegypti meningkat dengan cepat dalam kurun Januari hingga awal Maret 2020.

Dinkes Kota Bogor mencatat bahwa jumlah pasien yang meninggal akibat dari penyakit DBD bertambah menjadi lima orang dengan total kasus sebesar 130.

“Pasien-pasien yang meninggal pada bulan Januari bertotalkan 1 orang , pada bulan Februari ada 1 orang, dan pada awal bulan Maret ada 3 orang. Kelimanya ada dalam keadaan DNF,” kata Sri Nowo Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Kamis (12/03/2020).

BACA JUGA : Menhub Budi Karya Positif Corona, Bagaimana dengan Menteri Lain?

Sri yang mengatakan dibandingan dengan tahun lalu, jumlah kasus DBD tahun ini mengalami penurunan. Pada tahun 2019 bulan Januari sebanyak 155 kasus, pada bulan Februari 162 kasus dan pada bulan Maret dengan 92 kasus, dan per tanggal 10 Maret nya memiliki total 12 orang. Dengan total kematian sebanyak 5 orang.

Mengingat dengan jumlah kematian yang terus bertambah, Pemerintah Kota Bogor terus siaga dengan penyakit DBD. Namun belum terlalu menjadi kejadian luar biasa terhadap kasus DBD.

“Kita harus tetap bersiaga dan itu tetap harus ada karena dari 130 kasus yang sudah ada, total yang meninggal ada sebanyak 5 orang. Dan yang meninggal umumnya usianya masih dibawah umur,” kata dirinya.

Mulai dari sekarang semua pihak tetap diminta untuk tidak menutupi isu virus corona, karena DBD ini lebih berbahaya. Sehingga adanya peningkatan untuk memberantas sarang nyamuk lebih digalakkan lagi.

Dinkes selalu melakukan upaya pengendalian dan pemberantasan DBD. Di sisi lainnya, ia menghimbau pada masyarakat senantiasa menjaga polha hidup sehat.

Related posts

Leave a Comment