Berhemat, Ibu dan anak tinggal diatas kapal.

Berita Trend Masa Kini — Hannah Bodsworth, seorang ibu berusia 38 tahun dari Leicester- Inggris, rupanya sudah muak dengan tekanan dalam mengatur semua yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai orang tua tunggal, dia harus menanggung dan membesarkan putra semata wayangnya, George sendirian. Dan juga kewajiban lainnya seperti membayar uang sewa dan pengeluaran lain-lain. Selama bertahun-tahun lamanya dia berjuang mengatasi situasi demikian sampai akhirnya dia memutuskan untuk hidup diatas air.

Keputusannya Hannah itu rupanya terinspirasi oleh saudara laki-lakinya yang sudah lebih dahulu menjalani kehidupan diatas perahu layar selama lebih dari 10 tahun belakangan. Hannah mengatakan bahwa hidupnya penuh dengan stress dan kewalahan bekerja di dua tempat hanya untuk membayar tagihan dan tidak punya cukup waktu untuk George. Karena itulah dia mulai berpikir tinggal diatas kapal dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan putranya.

Lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2017 Hannah membeli sebuah kapal seharga £18.500 atau sekitar Rp. 367juta dengan uang tabungannya dan beberapa dari pijaman bank. Sejak itu dia dan putranya tinggal di kapal tersebut. Dan dia mengungkapkan cara hidup yang lebih murah, lebih sederhana dan lebih santai dikapal yang meskipun sempit itu mampu membuatnya menghemat £870 atau Rp. 17juta setiap bulannya. Karena dia tidak perlu lagi membayar sewa rumah.

Tiga setengah tahun lamanya waktu yang dibutuhkan Hannah untuk merenovasi kapal itu menjadi tempat yang ‘layak tinggal’. Pertama-tama yang digarap olehnya adalah kamar untuk George. Yang menurutnya amat penting agar George mendapatkan kenyamanan dan semangat untuk pindah. Sementara Hannah sendiri tidur di ruang tengah dan banyak melakukan kegiatan di area makan yang menjadi kantornya.

Karena kapal harus terus berlayar setidaknya 1,7 km setiap dua minggu, itu membantu rencana Hannah yang ingin mengubah gaya hidup menjadi ‘off grid’ yang artinya tanpa terhubung ke jaringan listrik. 80 persen sudah terlaksana dan sisanya mereka masih menggunakan bensin, disel dan air. Mereka juga mencari makanan mereka sendiri, seperti memancing, mencari sayur, buah atau jamur di hutan karena mereka tidak selalu punya akses yang mudah ke supermarket.

Hannah mengakui bahwa kehidupan mereka yang baru juga membawa dampak positif untuk putranya. George mendapatkan banyak pengalaman dari berbagai tempat yang mereka singgahi dan membuka pikirannya pada cara-cara hidup yang berbeda. George pun selalu senang membantu dan terlibat dalam setiap kegiatan bersama. Karena pandemi COVID-19 dimana semua sekolah ditutup maka Hannah memutuskan untuk George boatschooling alias belajar dari kapal.

Sekarang aku dan George memiliki banyak waktu bersama. Tidak seperti dulu kami tinggal di rumah 2 kamar tapi aku harus bekerja penuh waktu dan ketika aku sampai dirumah George sudah tertidur.”

“Sejak pindah kehidupan kami jadi jauh lebih baik. Aku bahkan sering mencubit diriku sendiri karena aku tidak pernah menyangka bahwa hidup bisa dinikmati seperti sekarang.” Ungkap Hannah.

Sebagai penutup, Hannah yang mendokumentasikan dan membagikan kisahnya di akun Instagramnya @narrowboatmama berkata bahwa hidup di atas permukaan air bukan untuk semua orang. Banyak dari kenalannya yang kadang mencemaskan gaya hidupnya.  Namun baginya dan George hidup seperti inilah yang terbaik bagi mereka.

Related posts