5 hidangan khas dan tradisi hari Natal dari mancanegara

BERITA TREND MASA KINI – Hari Natal, selain untuk memperingati peristiwa penting bagi kaum Nasrani, juga sering dimanfaatkan sebagian orang untuk momen kumpul-kumpul dengan keluarga atau sahabat karena waktunya yang berdekatan dengan tahun baru. Dan biasanya setiap ada orang-orang berkumpul, disana juga pasti ada makanan dan minuman.

Hari libur yang dirayakan di seluruh dunia ini identik dengan jamuan makan malam yang hidangannya pasti akan terlihat berbeda dari satu negara dengan negara lain. Tiap-tiap negara memiliki tradisi budaya dan hidangan khas Natal masing-masing. Berikut ini adalah beberapa hidangan khas Natal yang menggugah selera dari berbagai negara.

  1. Italia

Khususnya di Italia bagian selatan, terdapat sebuah hidangan sangat populer yang dinamakan  Feast of Seven Fishes atau pesta tujuh ikan. Sajiannya terdiri dari tujuh macam hidangan makanan laut. Mengapa tujuh? karena tujuh merupakan angka yang paling sering diulang dalam alkitab. Makanan laut tersebut adalah Baccala, sejenis ikan kod asin, ikan kod panggang, cumi goreng, udang goreng, pasta dengan saus kerang atau lobster, salad gurita, dan koktail udang.

 

  1. Republik Ceko

Di Republik Ceko, Natal dirayakan pada malam Natal, 24 Desember, yang disebut dengan “Hari yang Ramah”. Sup ikan adalah hidangan utama yang sangat penting, dan hidangan utama lainnya biasanya adalah ikan mas goreng dengan salad kentang. Vánočka adalah roti manis Ceko yang dikepang dan dibuat dengan kismis dan almond, biasanya disajikan untuk sarapan. Ada kepercayaan lama di Swedia yang mengatakan bahwa jika anda berpuasa di siang hari sampai makan malam pada Malam Natal, anda akan melihat anak babi emas terbang di langit malam itu, yang diyakini bakal membawa keberuntungan.

 

  1. Montenegro

Montenegro yang berarti “gunung hitam” adalah sebuah negara yang terletak di Eropa Selatan, tepatnya berada di negara Balkan. Orang-orang yang sangat religius di Montenegro akan berpuasa selama 40 hari menjelang Natal, tetapi kebanyakan orang hanya berpuasa pada malam Natal-nya saja. Begitu mereka berbuka puasa, makan malam Natal mereka adalah makanan tanpa daging merah, bebas susu yang biasanya terdiri dari hidangan yang terbuat dari kacang, ikan, dan kentang. Salah satu hidangan utama adalah kutia, yakni gandum yang dimasak dengan madu, biji poppy, kismis, dan kacang cincang untuk melambangkan persatuan. Mereka juga makan pangsit yang disebut varenyky.

 

  1. Lithuania

Makan malam Natal tradisional Lituania biasa diadakan pada tanggal 24 Desember disebut dengan Kūčios. Dan Kūčios bukanlah sebuah jamuan makan malam kecil yang sederhana, karena hidangan yang bakal disajikan bisa memakan waktu hingga satu minggu untuk disiapkan. Mempersiapkan makanan selama seminggu tentu saja merupakan kesempatan besar bagi anggota keluarga untuk menghabiskan waktu bersama dan karena itulah mengapa tradisi ini bertahan hingga kini.

Awalnya kūčios terdapat sembilan hidangan. Itu adalah praktik kaum pagan yang kemudian berkembang menjadi 12 hidangan (satu untuk setiap rasul) ketika disesuaikan oleh gereja Kristen. Tidak ada daging, susu, atau makanan panas yang menjadi bagian dari sajian. Hidangan utamanya adalah ikan, roti, dan sayuran, seperti ikan haring yang disajikan dengan saus tomat, jamur atau bawang, belut asap, kentang, asinan kubis dan jamur. Pelengkap lain adalah roti atau puding cranberry.

 

  1. Jepang

Mungkin terdengar aneh, namun orang-orang Jepang memiliki tradisi menyantap ayam goreng Kentucky atau KFC pada hari Natal. Tradisi dimulai pada 1970-an, karena Jepang tidak memiliki tradisi Natal sebelumnya. Setelah KFC pertama dibuka di Jepang, pemiliknya memutuskan untuk menjual “bakul pesta” Natal yang terinspirasi oleh sajian ayam kalkun klasik hidangan malam Natal ala orang Amerika. Ternyata “bakul pesta” KFC ini meledak sehingga pesanan untuk hari Natal dilakukan hingga dua bulan sebelumnya. KFC Jepang bahkan menampilkan Kolonel Sanders berpakaian Sinterklas khusus untuk hari Natal.

Related posts