‘Wisata Kelam’ destinasi berwisata yang anti mainstream

BERITA REND MASA KINI – Sudahkah anda mengetahui apa itu istilah ‘perjalanan balas dendam’ yang belakangan ini mulai sering disebut dan dibicarakan oleh orang-orang?  Meskipun istilah ini mungkin terdengar konyol, ‘perjalanan balas dendam’ mengacu pada gagasan bahwa akan ada peningkatan besar dalam keinginan maupun rencana berpariwisata. Terima kasih kepada vaksinasi dan protokol kesehatan yang masih terus berjalan, situasi pandemi COVID-19 kini mulai lebih terkendali dan meski perlahan namun satu per satu negara-negara mulai membuka kembali gerbang pintu masuk mereka.

Banyak orang di seluruh dunia yang liburannya diubah atau dibatalkan tahun lalu karena pandemi COVID-19. Oleh karena itu mereka semua ingin segera memuaskan kerinduan untuk dapat melakukan perjalanan lagi dan beranjak dari sana mulailah bermunculan ide-ide destinasi dan kegiatan-kegiatan berpariwisata. Kira-kira seperti itulah salah satu analogi yang tepat untuk menggambarkan istilah ‘perjalanan balas dendam’ ini.

Berdasarkan trend, banyak orang akan memilih untuk pergi ke destinasi wisata pada umumnya seperti daerah yang terdapat banyak pantai dengan sinar matahari seperti yang didambakan oleh para turis yang tinggal di negara dengan musim dingin yang panjang. Atau destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan keindahan alam yang spektakuler.

Ini akan terdengar lebih konyol lagi. Namun pernahkan terlintas di benak anda untuk pergi ke destinasi wisata yang sedikit ‘berbeda’ atau ‘tidak biasa’? seperti ‘wisata kelam’ misalnya. Sebelumnya apa itu ‘wisata kelam’ atau dark tourism?  Adalah perjalanan menunjungi tempat-tempat menyeramkan, seperti desa atau pulau tak berpenghuni, daerah bekas tragedy atau bencana dan semacamnya. Terdengar seperti tantangan dan sebuah kesempatan untuk bermain diluar zona nyaman anda? Simak beberapa rekomendasi tempat-tempat untuk ‘wisata kelam’ berikut.

 

  1. Isla de las Munecas – Mexico

Selamat datang di Isla de las Munecas, atau Pulau Boneka. Ini adalah rumah bagi ratusan dari boneka yang tergantung di pohon. Ceritanya, lebih dari 50 tahun yang lalu, seorang penjaga pulau bernama Julian Santana Barrera menemukan seorang gadis muda yang tenggelam. Dia menemukan boneka mengambang di dekatnya, dan menggantungnya di pohon sebagai sebuah penghormatan. Namun sialnya, dikatakan bahwa Julian malah dihantui oleh gadis yang sudah meninggal tersebut dan Julain mulai menggantung lebih banyak boneka dengan harapan dapat menenangkan arwahnya. Tapi upayanya gagal dan 50 tahun kemudian, Julian ditemukan tenggelam di tempat yang sama di mana dia menemukan gadis itu.

Jika anda berani, anda dapat mengunjungi rumah Don Julián dan melihat “La Moneca atau Agustinita” dan membuat permohonan darinya; tapi hati-hati dengan apa yang anda minta, ingatlah bahwa boneka suka bermain.

 

  1. Chernobyl Town – Pripyat, Ukraina

Pada tanggal 26 April 1986, sebuah ledakan nuklir terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, yang mengakibatkan 31 kematian resmi. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, memperkirakan bahwa bencana itu yang kemudian menyebabkan lebih dari 5.000 kematian dini akibat radiasi.

Setelah ledakan, 50.000 warga Pripyat harus dievakuasi. Mereka hanya punya waktu tiga jam untuk berkemas, jadi banyak perabotan dan barang-barang tertinggal begitu saja. Hari ini, Pripyat adalah kota hantu yang membeku dalam waktu.

 

  1. Sekolah Tuol Svay Pray – Phnom Phen, Kamboja

Sekolah Menengah Tuol Svay Pray terlihat seperti bangunan sekolah menengah biasa pada umumnya. Namun setelah anda masuk lebih dekat, anda bisa melihat masa lalunya yang mengerikan — kawat berduri, rangka ranjang baja dengan belenggu dan darah kering.

Sekolah menengah ini merupakan pusat eksekusi paling terkenal dari rezim Khmer Merah yang merenggut nyawa hingga dua juta orang. Dari 17.000 tahanan, hanya tujuh tahanan yang keluar hidup-hidup.

Sekarang dikenal sebagai Tuol Sleng Museum of Genocide, atau Penjara S21, museum ini berfungsi sebagai pengingat kekejaman era Khmer Merah. Ribuan potret memilukan dari pria, wanita, dan anak-anak yang dipenjara berbaris di dinding.

 

  1. Aokigahara ‘hutan bunuh diri’ – Jepang

Jika anda bernyali besar datanglah setelah matahari tengelam. Menurut legenda, Aokigahara adalah tempat di mana ubasute—meninggalkan kerabat yang sakit atau lanjut usia—pernah dipraktikkan. Pada tahun 1993, penulis Jepang Wataru Tsurumi merilis ‘The Complete Suicide Manual’, di mana ia menggambarkan Aokigahara sebagai “tempat yang sempurna untuk mati”. Banyak yang percaya bahwa hantu korban bunuh diri terus ‘hidup’ di hutan ini.

Pada tahun 2003, catatan tertinggi sepanjang masa 105 mayat ditemukan di sini. Tidak heran dan jangan terkejut apabila anda menemukan tanda-tanda yang berisi pesan yang mencegah orang untuk bunuh diri, seperti “Pikirkan baik-baik tentang anak-anak agen judi online Anda, keluarga Anda” serta hotline bunuh diri

Terlepas dari sejarahnya yang mengerikan, Aokigahara memiliki pemandangan yang sangat indah dan anda mungkin mendapatkan perasaan damai daripada dihantui.

 

  1. Kuburan bawah tanah Palermo – Italia

Katakomba adalah sebuah ruangan atau jalan di bawah tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan religius. Biasanya merupakan kuburan bawah tanah yang terletak di berbagai kota Kekaisaran Roma, khususnya di Kota Roma sendiri.

Pada tahun 1590-an, ketika para biarawan  harus memindahkan mayat ke tempat peristirahatan baru, dari 45 mayat yang digali, mereka ditemukan menjadi mumi secara alami dan dalam kondisi luar biasa. Biarawan Capuchins menganggap ini sebagai tanda dari Tuhan, dan sejak saat itu mereka memamerkan mayat mereka sebagai tanda penghormatan

Related posts