Karyawan BUMN Terlibat Jaringan Teroris

Karyawan BUMN Terlibat Jaringan Teroris

Beritatrendmasakini.com –  Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Erick Thohir membuka suara tentang karyawan yang ditangkap Densus 88 karena sudah terlibat jaringan teroris. Erick menegaskan bahwa pihaknya akan menghormati proses hukum. “Ya enggak apa-apa, itu kan bagian dari proses hukum yang harus dihormati,” ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurut dia, kementerian perusahaan publik meminta karyawan untuk tidak terlibat dalam isu-isu yang berkaitan dengan radikalisme. Erick menyerahkan kepada pihak kepolisian apabila ada pegawainya yang terkait jaringan terorisme. “Ya pastinya ada, kan sudah ada ahli-ahlinya. Nanti kalau saya bicara, masalah kasus terorisme kan bukan ahlinya. Itu ahlinya para kepolisian dan lain-lain,” kata dia.

Pada kasus yang sudah lewat, salah satu terduga Teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror. Diduga pentinggi perusahaan BUMN yang ada di Kota Cilegon Banten. Namun, polisi masih enggan untuk mengungkapkan identitas perusahaan tersebut. “ Dia bekerja sebagai karyawan BUMN. Karena tidak berhubungan dengan karyawan atau perusahaan terkait dengan individu dan jaringan. Artinya tidak menutup kemungkinan ada orang lain di dalam sana. Kalau kita sebutkan apa yang dilakukan oleh penyidikan dan penyelidikan akan terganggu “. kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy.

Baca Juga : Bom Bunuh Diri Di Medan, Pelakunya Seorang Pelajar

Pemantauan yang dilakukan terhadapat jaringan terduga teroris yang merupakan karyawan perusahaan BUMN. Akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian serta dibantu oleh tim densus 88 antiteror. Densus 88 Anti Teror masih terus mengembangkan pergerakan dan jaringan terorisme yang ada di Banten. Serangan teror terahir kali terjadi di Banten, saat Wiranto yang saat itu masih menjabat sebagai Menkopolhukam, ditusuk oleh Abu Rara. “Karena masih dalam proses pengembangan, karena itu kan masuk ke teknis penyidikan dan penyelidikan. Karena terkait dengan jaringan. Intinya pemantauan akan terus dilakukan, kan ada tugas Kasatgas untuk melakukan antisipasi dan pencegahan,” jelas Edy.

 

Related posts