Kalimat-kalimat ‘pertanda bahaya’ yang tidak boleh dihiraukan dalam hubungan percintaan Anda

BERITA TREND MASA KINI – Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat-kalimat yang dianggap ‘pertanda bahaya’ yang oleh beberapa orang yang mengalami kejadian dimana mereka menyadari bahwa pasangan mereka bukan lah orang yang tepat atau mereka telah berhubungan dengan orang yang salah.

  1. Permintaan maaf palsu seperti “Ok, saya minta maaf. Sudah puas kamu sekarang?” atau ” Saya minta maaf. Tapi…”
  2. “Itu hanya bercanda. Jangan kelewat sensitif begitu.” Orang yang sering berkata ini berarti dia tidak dan tidak mau perduli pada perasaan anda dan tidak mau bertanggung jawab atas perkataan dan perilaku mereka.
  3. “Percaya sama saya. Saya tidak akan melakukan itu.” Siapa pun yang mencoba meyakinkan Anda bahwa mereka bisa dipercaya biasanya malah sebaliknya. Orang yang tidak menyimpan atau merencanakan sesuatu yang buruk biasanya tidak merasa perlu untuk meyakinkan apapun kepada siapa pun.
  4. Jika pasangan ada ketahuan bersalah dan mereka mengatakan, “Saya orang yang sangat buruk, kamu lebih baik meninggalkan saya.” Mereka mencoba memaksakan rasa simpati pada mereka alih-alih benar-benar meminta maaf kepada Anda. Mereka tidak akan berubah jika Anda tetap tinggal.
  5. Ketika seseorang mengatakan sesuatu tentang dirinya sendiri meski tidak diminta atau diperlukan. Seperti: “Saya orang yang jujur”, “Saya pekerja keras”, atau “Saya tidak pernah memukul wanita.”
  6. Menggunakan alasan-alasan tidak masuk akal seperti tanda zodiak untuk menyamarkan sifat buruk. “Maaf saya melakukan ini dan itu karena saya Taurus.” Tanda zodiak tidak mendefinisikan seseorang. Mereka menggunakan itu hanya sebagai alasan dan kedok.
  7. “Ini pasti karma orangtua saya.” Yang menyiratkan bahwa perbuatan orangtua mereka di masa lalu begitu buruk sehingga mereka harus ikut membayar kesalahan tersebut hingga membuat hidup mereka jadi begitu sulit. Ini cara yang buruk untuk lari dari tanggung jawab karena telah melakukan kesalahan atau salah mengambil keputusan.
  8. Seseorang yang sering menanggapi Anda ketika Anda memberi tahu mereka tentang hal buruk atau tidak nyaman yang terjadi pada Anda: “Yah, harusnya kamu …” atau “Kalau saya akan lakukan …” dan kemudian mulai berdebat tentang mengapa Anda tidak melakukan seperti yang mereka pikir tanpa memberikan solusi yang membantu. Orang-orang ini cenderung sangat keras kepala dan selalu ingin menang, bahkan dalam situasi yang tidak mereka ketahui sama sekali atau lalui sendiri.
  9. “Beginilah Tuhan menciptakan saya,” Sebagai alasan atau pembenaran diri. Seperti itu kepribadian mereka dan mereka tidak dapat menahannya sehingga kita semua harus menerimanya.
  10. Orang-orang yang sering mengatakan “Jangan tersinggung, ya.” Setelah atau kemudian mereka mengatakan atau menunjukkan sesuatu yang menyinggung.
  11. Menanyakan tentang apa yang Anda suka atau gemari tapi kemudian langsung mengkritik, apalagi jika Anda menyukai hal-hal yang dianggap biasa atau pasaran. Dan lebih parah biasanya mereka lalu akan mengatakan bahwa hal-hal yang mereka suka atau gemari jauh lebih hebat dan keren.
  12. “Saya selalu terbuka untuk berdebat.” Tipe orang seperti ini sangat suka menceramahi orang lain tapi tertutup untuk berdebat.
  13. Mengekspos sendiri moral yang buruk. Misalnya, “Saya katakan saya tidak pernah menerima paket itu sehingga mereka mengirimi saya lagi.” Ketika orang menunjukkan siapa diri mereka yang sebenarnya, seperti itulah mereka.
  14. Tong kosong nyaring bunyinya. “Aku orang yang baik.” Tentu saja. Mengapa harus menjelaskannya? Tunjukkan saja.
  15. Ketika orang mengatakan hal-hal seperti, “Saya dapat mengatakan dan melakukan apa pun yang saya inginkan, ini adalah negara yang bebas. Pernah mendengar tentang kebebasan berbicara?” untuk membenarkan hal-hal buruk yang mereka katakan atau lakukan. Merasa benar karena memiliki hal melakukan dan berkata apapun, tetapi lupa bahwa orang juga memiliki hak untuk menilai atas apa yang mereka katakan.
  16. “Tapi kamu sangat (atau lebih) pandai dalam hal itu.” Memuji dengan harapan orang lain untuk mengambil tugas ini dari mereka.
  17. “Tidak bisakah kamu yang melakukannya saja?” bukannya berusaha atau belajar.

Related posts