Tradisi perayaan hari Idul Fitri di seluruh dunia

BERITA TREND MASA KINI – Hari raya Idul Fitri dirayakan di seluruh dunia. Menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Idul Fitri sering juga disebut sebagai “festival berbuka puasa”. Perayaan atas kemenangan setelah sebulan penuh melawan godaan rasa lapar, haus dan dosa ini dimulai dengan gemuruh beduk yang ditabuh bertalu-talu yang disertai sorak sorai, berkumpul dengan keluarga besar, bertukar hadiah dan pesta di sekeliling meja makan yang penuh dengan hidangan khas Idul Fitri.

  1. Indonesia dan Malaysia

Dua negara di Asia Tenggara ini memiliki kebudayaan yang hampir mirip. Begitu pula dengan tradisi di hari Idul Fitri seperti tradisi berbelanja baju baru untuk merayakan lebaran dan pulang ke kampung halaman satu hari sebelum hari raya, memotong dan membagi-bagikan daging kurban dan saling bermaaf-maafan dengan keluarga, kerabat dan tetangga sekitar. Tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu kala dan masih dipertahankan hingga kini. Bahkan makanan yang biasa disajaikan di hari raya atau lebaran pun sama yakni ketupat.

  1. Turki

Di Turki, Idul Fitri juga dikenal sebagai Seker Bayram yang berarti Pesta Gula. Negara ini memiliki tradisi menyebut semua festival yang dirayakan secara nasional sebagai “bayram”. Kegembiraan Idul Fitri bercampur dengan tradisi nasional. Orang Turki biasanya menyapa satu sama lain dengan ucapan “Bayraminiz mübarek olsun” (“Semoga Bayram Anda diberkati”) atau “Bayraminiz kutlu olsun” (“Semoga Bayram Anda diberkati”). Mutlu Bayramlar (“Happy Bayram”) juga merupakan pernyataan lain untuk bersukacita dalam perayaan. Setelah doa dan pertemuan keluarga, anak-anak biasanya menerima berbagai manisan Turki yang disebut dengan Turkish Delights. Perayaan berakhir dengan pertemuan keuarga dan kerabat.

  1. Uni Emirat Arab (UEA)

Sebagian besar warga lokal Emirat merayakan Idul Fitri dengan menyantap masakan otentik dan menghabiskan waktu bersama keluarga, tetapi ada tradisi lain yang istimewa di UEA. Banyak keluarga menggantungkan karpet dan spanduk berwarna pelangi di luar rumah mereka, sebuah tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Taman dan arena juga dihiasi dengan bendera festival bagi mereka yang tidak memiliki keluarga namun tetap ingin merayakan euforia festival ini sebagai sebuah komunitas. Sebuah tradisi yang telah dipopulerkan di seluruh dunia yang berasal dari UEA adalah hiasan tangan wanita dan anak perempuan dengan pacar, yang menandakan penyembuhan dan kecantikan, serta perayaan.

  1. Maroko

Warga muslim Maroko memiliki tradisi mendistribusikan Zakat Al Fitr pada malam sebelum atau di pagi hari Idul Fitri, zakat dianggap sebagai elemen Idul Fitri yang paling penting. Secara tradisional, zakat diberikan dalam bentuk persediaan makanan pokok seperti gandum atau tepung dan kebutuhan pokok lainnya.  Sejumlah uang juga dapat diberikan yang besarnya setara dengan satu kantong gandum. Zakat kemudian diberikan untuk memastikan orang-orang yang tidak mampu pun ikut menikmati perayaan tersebut.

Setelah pembagian zakat, umat muslim di Maroko lalu akan pergi untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Usai salat Idul Fitri dan khutbah “al-khutba”, para jamaah saling mengucapkan selamat dan bertukar shalawat.

Kemudian sarapan Idul Fitri adalah salah satu makanan terpenting dan momen yang ditunggu-tunggu oleh semua Muslim di Maroko. Manisan tradisional seperti feqas, kaab ghzal, mhencha, dan ghriba adalah bintangnya. Juga pasti tersaji baghrir, panekuk yang direndam dalam mentega dan madu, dan rghayef yang manis dan renyah. Dan tentu saja teh mint yang tak tergantikan, “atay,” disajikan bersama, dengan musik Arab-Andalusia yang diputar di latar belakang.

Related posts