Tentang mengampuni: Rahasia untuk yang ingin sukses move on

BERITA TREND MASA KINI – Di kehidupan ini, tidak ada satupun manusia yang dapat hidup sendiri saja tanpa adanya interaksi dengan manusia lainnya. Interaksi dan komunikasi dengan sesamanya adalah kebutuhan mendasar bagi tiap manusia. Dan dalam setiap hubungan yang dimiliki manusia, hubungan dengan keluarga, pasangan, pertemanan, perkerjaan, sosial dan ekonomi, pasti ada dan akan selalu terjadi kejadian-kejadian atau momen dimana manusia melukai atau dilukai oleh manusia lainnya. Dalam bentuk perbuatan atau perkataan. Baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja.

Perselingkuhan, pengkhianatan, penipuan, kebohongan, pelecehan dan masih banyak lainnya. Apapun bentuknya, secara fisik, emosional maupun materi, kecil atau sebesar apapun kemalangan yang dialami oleh seseorang akibat dari perbuatan orang lain, pastinya terasa menyakitkan dan meninggalkan luka dalam diri orang tersebut. Dan masing-masing orang memiliki respon yang berbeda-beda dalam menerima dan menyikapi segala sesuatu yang terjadi pada mereka.

Beberapa orang ada yang mudah untuk melupakan dan memaafkan, beberapa lainnya merasa sulit bahkan hingga menimbulkan kepahitan atau dendam. Biasanya hal ini bergantung pada seberapa parah kemalangan yang terjadi. Semakin parah kejadiannya, semakin dalam lukanya dan semakin sulit untuk dilupakan atau memaafkan pelakunya. Penderitaan yang dialami ketika barang kita dicuri orang lain tentunya berbeda dengan penderitaan yang dialami oleh korban pelecehan seksual misalnya.

Kesalahan yang sering dilakukan orang-orang yang ingin segera move on atau melanjutkan kehidupan lagi setelah mengalami kejadian menyakitkan adalah mereka suka melupakan pentingnya pengampunan. Banyak orang menolak untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti mereka, yang lebih parahnya mereka malah menyimpan dendam.

Disakiti oleh seseorang, terutama seseorang yang anda cintai dan percayai, dapat menyebabkan kemarahan, kesedihan, dan kebingungan. Namun jika anda terus menerus memikirkan peristiwa atau situasi yang menyakitkan itu, dendam yang dipenuhi dengan kebencian, balas dendam, dan permusuhan mulai berakar di hati anda.

Efek negatif yang timbul apabila anda menaruh dendam:

  • Pesimis, ragu dan curiga pada setiap hubungan atau pengalaman baru
  • Terbelenggu oleh masa lalu sehingga anda tidak dapat menikmati saat ini
  • Menjadi depresi atau mudah cemas
  • Kehilangan hubungan yang berharga dengan orang lain

Yang perlu dipahami adalah bahwa pengampunan tidak berarti anda melupakan dan membiarkan kesalahan atau berbaikan dengan orang yang telah menyakiti dan merugikan anda. Namun pengampunan membawa semacam kedamaian yang dapat membantu anda untuk dapat melanjutkan hidup dengan lebih tenang.

Pengampunan melibatkan keputusan untuk melepaskan kebencian dan pikiran balas dendam. Tindakan yang menyakiti, merugikan atau menyinggung mungkin akan mengikuti anda, tetapi pengampunan dapat mengurangi cengkeramannya pada anda dan membantu membebaskan anda dari kendali orang yang menyakiti anda. Pengampunan bahkan dapat menimbulkan perasaan pengertian, empati, dan kasih sayang pada orang yang menyakiti anda.

Efek-efek positif yang ada dapatkan ketika anda mulai mengampuni orang yang menyakiti anda:

  • Harga diri dan kepercayaan diri meningkat
  • Tidak mudah cemas, stres, dan mengurangi gejala depresi
  • Kesehatan mental meningkat
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Sistem kekebalan yang lebih kuat

Mengampuni memang bukan perkara mudah, terutama jika orang yang menyakiti anda tidak mengakui kesalahannya. Jangan biarkan diri anda terjebak dalam lingkaran setan ini. Sebaliknya, cobalah untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Melatih empati. Cobalah melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Tanyakan pada diri sendiri mengapa dia berperilaku seperti itu. Mungkin Anda akan bereaksi sama jika menghadapi situasi yang sama.
  • Renungkan saat-saat Anda telah menyakiti orang lain dan mereka yang telah memaafkan Anda.
  • Tulis dalam jurnal, berdoa, meditasi atau berbicaralah dengan seseorang yang anda anggap bijaksana dan penuh kasih, seperti pemimpin spiritual, penyedia kesehatan mental, atau orang yang dicintai atau teman yang tidak memihak.
  • Sadarilah bahwa memaafkan adalah sebuah proses, luka sekecil apapun itu butuh waktu.

Dan yang perlu anda ingat juga, bukan alasan yang tepat apabila anda memaafkan agar orang lain mengubah tindakan, perilaku, atau kata-katanya. Tujuan utama anda mengampuni adalah untuk diri anda sendiri bukan untuk orang lain. Pikirkan lebih banyak bahwa pengampunan dapat mengubah hidup anda. Pengampunan memberi anda kedamaian, kebahagiaan, dan penyembuhan emosional dan spiritual.

Pembahasan berikutnya setelah kita akhirnya mampu untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita adalah apakah rekonsiliasi atau rujuk itu penting atau harus dilakukan? Pahami ini terlebih dahulu. Memaafkan adalah proses internal di mana anda mengatasi rasa sakit, mendapatkan pemahaman tentang apa yang terjadi, membangun kembali rasa aman, dan melepaskan dendam. Orang yang menyakiti belum tentu menjadi bagian dari proses ini.

Di sisi lain, rekonsiliasi adalah proses interpersonal di mana anda berdialog dengan yang menyakiti anda tentang apa yang terjadi, bertukar cerita, mengungkapkan rasa sakit, mendengarkan penyesalan, dan mulai membangun kembali kepercayaan. Ini adalah proses yang jauh lebih rumit. Pengampunan adalah aksi solo, rekonsiliasi adalah usaha bersama. Jadi, perlu dan penting atau tidak rekonsiliasi ini kembali pada kebutuhan dan prioritas masing-masing orang.

Dibutuhkan satu orang untuk memaafkan, dibutuhkan dua orang untuk dipersatukan kembali.”

Related posts