Makanan dan Minuman Kekinian Bisa Picu Risiko Diabetes

Makanan dan Minuman Kekinian Bisa Picu Risiko Diabetes

Berita Trend Masa Kini —  Mudahnya layanan pesan antar aneka makanan dan juga paket diskon yang diberikan banyak restoran membuat Anda semakin mudah menikmati makanan yang diinginkan. Aneka makanan dan minuman kekinian, seperti bobakopi susu, makanan cepat saji, roti manis, dan kue kekinian juga makin beragam dan menggugah selera.

Tapi hati-hati, salah cara dan waktu santap bisa buat Anda berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes.

Menurut suatu penelitian makanan added sugar di Indonesia pada tahun 2018, makanan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah makanan dengan bentuk gula murni, kue-kue basah, roti manis, kue kering, kopi dan teh, es krim, jus kemasan, sirup, permen, coklat, minuman berenergi (isotonik), minuman karbonasi, dan lain sebagainya.

“Saat ini, sedang marak masyarakat mengonsumsi kopi kekinian. Pada dasarmya, kopi hitam mengandung nol kalori. Namun, ketika kopi hitam dicampurkan gula aren, susu, bahkan krimer; maka kadar gula dan kalori pada segelas kopi dapat menjadi tinggi. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kencing manis,” ujar dr. Yohan Samudra, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Tangerang dalam pernyataan yang diterima.

Dia menambahkan bahwa kebiasaan mengonsumsi teh berbagai rasa dengan toping (atau dikenal dengan boba) juga dapat meningkatkan risiko diabetes melitus jika tidak dibatasi.

“Vanilla syrup atau brown sugar yang ditambahkan ke dalam teh saja sudah cukup berbahaya dalam jangka panjang, apalagi ditambahkan berbagai macam pilihan toping seperti boba, jelly, dan puding manis.”

Tak cuma kopi dan boba, aneka minuman kemasan, termasuk jus dan minuman berkarbonasi lainnya juga mengandung kadar gula yang tinggi bahkan melebihi dari kebutuhan harian maksimal orang dewasa.

Selain minuman, aneka makanan berkalori tinggi seperti nasi goreng, kwetiau, nasi uduk, atau nasi padang dan makanan yang termasuk dalam ultra processed food seperti pasta, burger, kentang goreng yang dimakan dalam porsi besar akan memicu terjadinya diabetes serta penyakit metabolik lainnya seperti dislipidemia dan hipertensi.

“Kue dan roti juga dapat menyebabkan potensi diabetes. Campuran tepung, gula, krim, isian selai berbagai rasa, dan lapisan cokelatnya membuat kita jadi terus ingin mengonsumsinya. Tidak hanya tinggi gula, roti dan donat juga tinggi kalori,” ujar dia.

“Bahkan, camilan kemasan berupa biskuit, wafer, atau krekers pada umumnya tinggi kalori dan tinggi gula. Beberapa kue kering bahkan bisa mencapai 40 kkal dengan kandungan gula hingga 3 gram per buahnya,”

Yohan menambahkan beberapa potong kue bisa mencapai 300 kkal. Sedangkan, satu keping kukis bisa mencapai sekitar 30-40 kkal.

Roti dan donat bervariasi mulai 200 kkal hingga 350 kkal tergantung rasa. Rata-rata, soda dan minuman kemasan dapat mengandung 150 kkal. Sedangkan Kopi dan teh kekinian mengandung 200-380 kkal. Kalori jajanan pasar mengandung sekitar 150 hingga 250 kkal.

Sedangkan, kategori makan utama seperti cepat saji, nasi goreng, atau nasi padang memiliki kadar kalori mulai dari 500 hingga 900 kkal.

Meski demikian, ini tak berarti Anda tak boleh sama sekali makan aneka camilan favorit atau minum kopi kekinian.

“Bisa saja, namun harus memperhatikan jumlah konsumsi dan frekuensi dalam mengonsumsinya,” ujar dr. Andi Faradilah, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Makassar.

Boiled and Raw Tapioca Pearls in plates on black slate background. For Bubble tea concepts.

Anda harus paham kandungan kalori dalam makanan dan minum yang dibutuhkan tubuh dan juga yang terkandung dalam makanan. Anda juga harus bisa membaca kandungan nilai gizi yang ada di dalam makanan dan minuman kemasan.

Untuk minuman, sebaiknya masyarakat mengonsumsi minuman yang mengandung 0 kalori seperti air putih, kopi, dan teh tanpa gula (atau sekitar 100 kkal jika ditambah gula 1 sendok makan).

Related posts