Krakatau Merupakan Cagar Alam Bukanlah Tempat Wisata!

Krakatau Merupakan Cagar Alam Bukanlah Tempat Wisata!

Beritatrendmasakini.comWisata, Jakarta – Tidak terhitung operator penyedia paket wisata ke Krakatau dan Gunung Anak Krakatau di Lampung. Perlu diketahui, Krakatau merupakan cagar alam.

Sedari zaman dahulu kala hingga sekarang, anak Gunung Krakatau yang terletak di Provinsi Lampung tepatnya di Kabupaten Lampung Selatan ini masih memiliki pesona yang sangat luar biasa.

Hal ini membuat orang-orang ingin berkunjung serta menginjakkan kaki disana. Bagaiman tidak, pada Senin, 27 Agustus 1883, tepat pada pukul 10.20 WIB, Krakatau meletus dengan dahsyat.

Kekuatannya setara dengan 150 megaton TNT, lebih dari 10.000 kali kekuatan dari bom atom yang pernah meluluhlantakkan Gunung Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

Bunyi ledakana dan gemuruh letusan Krakatau terdengar sampai radius lebih dari 4.600 km hingga terdengar sepanjang Samudera Hindia, dari Pulau Rodriguez dan Sri Lanka di barat hingga ke Australia di timur.

Letusan itu tercatat sebagai suara letusan paling kuat yang pernah terdengar dimuka bumi ini. Siapa pun yang berada dalam radius 10 kilometer niscaya akan menjadi tuli.

Bahkan The Guiness Book of Records mencatat suara dari ledakan Gunung Krakatau sebagai suara paling menakjubkan yang terekam dalam sejarah. Menghancurkan pulau dan memicu dua tsunami dengan tinggi 40 meter dan menewaskan setidaknya lebih dari 35 ribu orang. Itu versi aslinya loh.

Sedangkan sejumlah laporang mengatakan, korban mencapai 120 ribu. Kerangka manusia ditemukan mengambang di Samudera Hindia hingga di pantai timur Afrika sampai satu tahun setelah letusan.

Gunung Anak Krakatau merupakan pulau yang terjadi akibat proses alam, terbentuk karena dorongan Vulkanik dari dasar laut. Gunung yang sekarang ini kira-kira setinggi 350 meter di atas permukaan laut ini menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan, mau dari dalam atau luar negeri juga.

Karena dari asal-usul pembentukan, lokasi dan habitatnya, maka oleh itu pemerintah Indonesia Gunung Anak Krakatau dijadikan tempat kawasan cagar alam bagian dari kawasan konservasi yang harus dilindungi.

Kawasan ini terbuka bagi para ilmuwan dan peneliti, namun tidak untuk kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersil. Bukan hanya itu, pada tahun 1991, UNESCO mengakui Cagar Alam Krakatau merupakan situs warisan dunia.

Ada aturan yang memperbolekan orang untuk mengunjungi dan memasuki Gunung Anak Krakatau, Namun siapa pun harus terlebih dahulu mengurus izin di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Bandarlampung.

Pasti akan ditanyakan tujuan dan maksud ke Gunung Anak Krakatau. Apabila kegiatan atau aktivitas yang dilakukan memang untuk kepentingan penelitian serta disesuaikan dengan kondisi alam dan cuaca di sana. Maka, pejabat berwenang di sana akan memberikan Surat Izin Masuk Konservasi atau SIMAKSI. Tanpa ada surat izin itu, kita tidak bisa masuk ke Gunung Anak Krakatau.

Jika tetap memaksa atau menyiasatinya dengan berbagai macam alasan, itu sama saja dengan melanggar hukum dan tidak menghormati Undang-undang yang sudah ada.

Pada kenyataannya, sekarang ini begitu mudah untuk bisa berkunjung ke Gunung Anak Krakatau. Banyak sekali agen wisata atau tour guide yang memberikan penawaran paket-paket menarik dengan harga yang terjangkau. Tentunya hal ini begitu disayangkan, karena ini jelas memaksakan kehendak demi meraup keuntungan atau kepuasannya.

Banyak cara untuk bisa menikmati keindahan Gunung Anak Krakatau, antara lain yaitu dengan mengelilingi menggunakan kapal atau perahu. Dapat juga menatap indahnya deretan Gunung Krakatau dari Pulau Sebesi. Tentu saja hal ini lebih aman buat kita dan dipastikan tidak ada pelanggaran aturan yang sudah ada.

Jadi untuk kalian yang mengatakan sebagai traveler sejati, pastinya tidak akan berpikir dan membuat rencana untuk menginjakkan kaki di Gunung Anak Krakatau.

Related posts