Kenapa Kepala Jadi Pusing Setelah Makan?

Kenapa Kepala Jadi Pusing Setelah Makan?

Berita Trend Indonesia — Pernahkah Anda mengalami kepala rasanya pusing setelah selesai makan? Pusing setelah makan bisa terasa sangat mengganggu. Pasalnya, tubuh dipaksa tidak sempat menikmati rasa nyaman saat perut sudah kenyang setelah indra perasa dimanja. Jenis sakit kepala ini bisa jadi ciri-ciri penyakit darah rendah atau hipotensi postprandial.

Dilansir dari Healthline, tekanan darah adalah kekuatan aliran darah yang menuju dinding pembuluh darah arteri. Kadar tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang hari, tergantung jenis kegiatan.

Olahraga bisa meningkatkan tekanan darah sementara. Sebaliknya, tidur bisa menurunkan tekanan darah. Sementara tekanan darah turun setelah makan atau hipotensi postprandial jamak dialami kalangan orang lanjut usia atau lansia. Sekitar sepertiga lansia mengalami pusing setelah makan. Pusing setelah makan dapat membuat penderita pingsan dan mengalami komplikasi serius. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dikelola dengan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih sehat.

Kenapa kepala bisa pusing setelah makan?

Melansir Harvard Health Publishing, sistem pencernaan adalah proses rumit yang membutuhkan koordinasi bersama sistem saraf dan peredaran darah.

Normalnya, proses mencerna makanan diawali dengan mengalirkan darah esktra ke perut dan usus kecil.

Untuk menunjang proses ini, jantung jadi berdetak lebih cepat dan pembuluh darah yang jauh dari sistem pencernaan akan menyempit.

Kedua aksi ini dilakukan untuk menjaga tekanan darah dan aliran darah ke otak, kaki, atau bagian lain tetap stabil.

Pada sebagian orang yang punya gangguan darah rendah, jantung dan pembuluh darah tidak merespons kode dari sistem pencernaan.

Hal itu membuat tekanan darah menurun, kecuali bagian sistem pencernaan yang sedang aktif mengolah makanan.

Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ini menimbulkan gejala pusing sampai pingsan.

Komplikasi dari penyakit darah rendah postprandial yang tidak ditangani bisa menyebabkan syok sampai gagal organ.

Beberapa orang secara genetik cenderung terkena hipotensi postprandial. Penyebab darah rendah ini juga bisa karena stroke, kecelakaan, atau trauma pada saraf dan sensor tekanan darah.

Sebagian besar kondisi ini dialami kalangan lansia. Orang tua biasanya mengalami penuaan yang dapat mengurangi kemampuan tubuhnya dalam merespons perubahan tekanan darah secara tiba-tiba.

Selain itu, penyebab darah rendah postpradial lainnya yakni penyakit diabetes, parkinson, dan gangguan saraf.

Cara menghilangkan pusing setelah makan

Cara menghilangkan pusing setelah makan terkait penyakit darah rendah postprandial perlu melihat penyebab pastinya.

Berikut beberapa di antaranya:

  1. Jika selama ini penyakit muncul karena efek obat penurun tekanan darah, konsultasikan kepada dokter untuk memberikan obat yang minim efek samping
  2. Apabila pusing setelah makan terkait melonjaknya hormon insulin setelah makan karbohidrat tinggi, Anda bisa mengurangi asupan karbohidrat sekaligus dengan makan dalam porsi kecil tapi sering
  3. Cara meningkatkan tekanan darah setelah makan juga bisa dengan jalan kaki ringan
  4. Minum secangkir kopi, teh, atau asupan lain yang mengandung kafein. Namun, hindari kafein di malam hari karena bisa menyebabkan susah tidur
  5. Minum air putih sebelum makan

Jika sudah menjajal beberapa cara menghilangkan pusing setelah makan terkait darah rendah postprandial di atas sudah dicoba dan belum berhasil, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter umumnya akan meresepkan obat untuk mengurangi aliran darah ke usus. Penderita yang mengalami ciri-ciri darah rendah postprandial perlu berkonsultasi ke dokter.

Dokter umumnya akan melakukan pemantauan intensif tekanan darah sebelum makan dan setelah makan. Orang dengan penyakit darah rendah postprandial tekanan darahnya turun selang 15 menit sampai dua jam setelah makan.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan tes darah, cek dengan alat elektrokardiogram, dan ekokardiogram.

Related posts