Curhatan hati para orangtua yang menyesal memiliki anak

BERITA TREND MASA KINI – Percaya atau tidak, faktanya, memiliki anak membuat beberapa orang merasa bahagia dan yang lainnya sengsara atau keduanya di saat yang bersamaan. Hal tersebut terjadi antara lain tergantung pada usia, apakah Anda seorang ibu atau ayah, dan di mana Anda tinggal. Meskipun demikian, masih banyak yang menggambarkan menjadi orang tua sebagai “hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup mereka. Sementara sebagian lagi mengatakan bahwa mereka memiliki kehidupan dan pernikahan yang lebih bahagia setelah mereka memilih untuk tidak memiliki anak.

Dalam sebuah penelitian, psikolog Daniel Kahneman dan rekan-rekannya meminta sekitar 900 wanita pekerja untuk melaporkan segala aktivitas mereka hari itu dan memberikan nilai seberapa bahagianya mereka saat melakukannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita-wanita tersebut menempatkan waktu bersama dengan anak-anak mereka dalam kategori kurang menyenangkan dibandingkan dengan banyak kegiatan lain, seperti menonton TV, berbelanja, atau menyiapkan makanan.

Studi lain yang dilakukan oleh seorang profesor dari Harvard Dan Gilbert, menemukan bahwa ketika seorang anak lahir, orang tua mengalami penurunan kebahagiaan yang tidak hilang untuk waktu yang lama dan juga penurunan kepuasan pernikahan yang biasanya hanya akan pulih sampai ketika anak-anak meninggalkan rumah.

Apabila Anda adalah seorang orangtua dan bertanya-tanya dalam hati Anda: orangtua macam apa yang menyesal setelah memiliki anak? dan penasaran akan alasan yang membuat orang-orang tersebut merasa demikian. Berikut adalah beberapa pengakuan dari mereka.

Lelah 24/7. Tidak ada libur akhir pekan, tidak ada cuti sakit, NON STOP.

Tahun-tahun pertama kehidupan, anak-anak membutuhkan BANYAK perhatian. Bahkan ketika mereka tertidur, seseorang harus berada di sekitar “jika terjadi sesuatu”. Salah satu dari dua orang tua HARUS berada di sana.

Belum lagi jika Anda adalah orangtua yang tinggal dirumah yang juga dituntut untuk membersihkan rumah sembari menjaga dan mengurus anak Anda. Mencuci pakaian semua anggota keluarga (dan bahkan lebih banyak lagi jika anak Anda masih bayi), makan, memasak, tidur, dll. yang sebagian besar sulit dilakukan jika seorang anak berada di sekitar. Melipat pakaian? Hei lihat siapa yang bersenang-senang membuka semuanya lagi. Memasak? Semua pisau tajam dan wajan panas dan panci dengan anak yang berlarian. Dan masih banyak lainnya selama beberapa tahun berturut-turut.

Anak menghancurkan kehidupan profesional saya

Saya menjadi seorang ayah ketika saya berusia 19 tahun. Saya sekarang berusia 25 tahun, terjebak dalam pekerjaan buntu, tinggal di sebuah apartemen kecil bersama ibunya, yang sekarang menjadi istri saya.

Sebelum memiliki anak itu, saya punya rencana. Saya adalah seorang tentara ketika pacar saya hamil, seharusnya setelah masa abdi selesai saya mendapat pekerjaan dengan agen perjalanan sebagai pemandu, lalu saya akan mengambil beberapa tahun dari sekolah untuk berkeliling dunia, lalu saya akan pergi kembali belajar. Tapi semua itu tidak pernah terjadi.

Anak membuat perceraian jauh lebih sulit

Saya tidak menyesal memiliki anak-anak saya, tetapi mereka membuat saya sulit meninggalkan ibu mereka. Jika bukan karena mereka, saya akan menceraikan istri saya sejak lama …

Anak membuat saya tidak bisa melakukan apa yang sebenarnya saya inginkan

Satu-satunya hal yang saya sesali tentang memiliki anak adalah tidak melakukan beberapa hal sederhana seperti pergi berlibur. Sekarang biayanya dua kali lipat, dan saya tidak dapat melakukan hal-hal yang mungkin sangat ingin saya lakukan, misalnya pergi ke bar dan minum sampai mabuk. Bukannya saya berhenti minum, saya masih minum, hanya tidak di bar. Dulu saya menginginkan sepeda motor, sekarang yang bisa saya pikirkan hanyalah betapa tidak amannya mereka, dan betapa tidak praktisnya. Secara keseluruhan, saya tidak menyesal memiliki anak, hanya menyesali hal-hal yang tidak bisa aya lakukan lagi dengan bebas.

Anak saya menyebabkan saya memiliki masalah kesehatan

Saya mengalami depresi pascapersalinan yang berkepanjangan; Saya tidak tahu seberapa relevan itu namun yang jelas saya merasa menderita. Sekarang setelah mereka berusia sekolah, segalanya menjadi jauh lebih baik dan saya senang menjadi orang tua.

Anak-anak saya tumbuh menjadi pecundang

Anak-anak saya sudah dewasa; putra kami tidak mau berbicara dengan kami , putri kami yang lebih tua memiliki masalah amarah yang mengarah ke psikotik dan menemeui atau menelepon kami hanya untuk berteriak dan marah-marah, dan putri kami yang lebih muda adalah pecandu alkohol yang pacarnya adalah seorang penderita skizofrenia.

Tapi apakah saya menyesali mereka? Tidak, saya tidak akan memiliki cucu perempuan saya jika bukan karena mereka.

Anak membuat saya menyesal tidak menyimpan lebih banyak uang

Punya pekerjaan dengan asuransi luar biasa dan gaji besar bukan jaminan bagi Anda untuk mampu memiliki anak. Saya tahu itu sekarang. Saya tidak menyesal memiliki anak, tapi sangat menyesal tidak menabung lebih banyak karena punya anak itu mahal.

Membesarkan anak mungkin mempengaruhi kesenangan tetapi juga meningkatkan aspek lain seperti kehidupan yang lebih memiliki arti, memuaskan kebutuhan akan keterikatan, dan untuk makna dan tujuan. Penulis Zadie Smith menggambarkan memiliki anak sebagai “campuran aneh dari teror, rasa sakit, dan kegembiraan.”

Related posts