Asal usul bulan November dan perayaan yang biasa digelar di bulan ini di seluruh dunia

BERITA TREND MASA KINI – Selamat datang bulan November! November adalah bulan kesebelas dalam kalender Gregorian dan memiliki 30 hari. Apa itu kalender Gregorian? Kalender Gregorian adalah kalender yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Ini adalah kalender yang digunakan dalam standar internasional untuk representasi tanggal dan waktu.

Arti November berasal dari Novem, kata Latin untuk sembilan. Jadi ternyata kalender Romawi kuno dimulai pada bulan Maret, menjadikan November sebagai bulan kesembilan. Sampai akhirnya pada tahun 153 SM para senat Romawi mengubah kalender tahun baru dimulai pada bulan Januari dan  November menjadi bulan kesebelas.

Kemudian pada tahun 46 SM, Julius Caesar memperkenalkan sistem kalender baru, yakni kalender Julian. Dia menambahkan sepuluh hari ke tahun dan memperkenalkan hari kabisat. Dalam kalender Julian yang baru, November diperpanjang menjadi 30 hari. Namun karena kalender Julian ini sangat tidak akurat, yakni tidak mencerminkan waktu sebenarnya yang dibutuhkan Bumi untuk satu kali mengorbit mengelilingi Matahari, maka diganti menjadi kalender Gregorian yang digunakan dunia sampai detik ini.

Perayaan atau festival yang digelar di bulan November yang paling dikenal adalah perayaan Thanksgiving. Asal usul Thanksgiving yakni ketika orang Eropa melakukan perjalanan untuk memulai hidup baru di Amerika. Tepatnya pada tahun 1621 sekelompok orang Eropa, yang kemudian dikenal sebagai ‘Pilgrims’, mengundang penduduk asli Amerika untuk bergabung dengan mereka dalam sebuah pesta. Sebagai ucapan terima kasih para ‘perantau’ pada warga asli Amerika karena telah diperbolehkan  dan dibantu menanam cukup makanan untuk dimakan.

Sejak itu Thanksgiving mejadi sebuah tradisi yang dirayakan setiap hari Kamis keempat di bulan November. Perayaan ini sangat identik dengan sajian ayam kalkun panggang dan kumpul-kumpul dengan keluarga besar. Dan biasanya orang yang paling dituakan dan dihormati yang memjadi pemotong pertama ayam kalkunnya.

Namun selain perayaan Thanksgiving yang biasa dirayakan oleh orang-orang di Amerika, Eropa dan sekitarnya, berikut dibawah ini adalah beberapa perayaan lain yang juga dirayakan di bulan November di seluruh dunia.

  1. Perayaan Diwali – India

Atau yang sering disebut sebagai festival cahaya adalah perayaan yang menandai dimulainya Tahun Baru Hindu. Tanggal perayaannya mengikuti kalender Hindu, dan biasanya jatuh antara Oktober dan November. Selama lima hari, umat Hindu merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan yang dirayakan dengan perayaan besar, makanan melimpah, dan pertunjukan kembang api yang spektakuler. Setiap rumah akan diterangi dengan lampu tanah liat khusus yang disebut Deepavali, dengan desain semarak yang terbuat dari beras atau tepung berwarna, atau rangoli, yang menghiasi pintu masuk untuk menyambut pengunjung. Diwali adalah perayaan keluarga dan kebersamaan, dan itu adalah pengalaman indah yang merupakan bagian penting dari tatanan budaya India.

 

 

  1. Festival Loy Krathong – Thailand

Thailand terkenal dengan berbagai perayaan dan festivalnya, namun festival Loy Krathong merupakan yang paling menarik dan terindah. Bahkan perayaan ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata Thailand. Pada festival yang biasanya jatuh pada bulan November ini penduduk lokal dan orang asing bersama-sama melepas keranjang sajian kecil yang biasanya berbentuk bunga lotus beriisikan lilin, bunga-bungaan dan dupa ke sungai yang memiliki arti atau tujuan mengirimkan hal-hal negatif tahun lalu ke sungai dan berharap hal-hal baik akan datang. Terkadang festival Loy Krathong datang bertepatan dengan festival Yee Peng atau festival lentera kertas yang memiliki makna dan tujuan yang sama dengan festival Loy Krathong, namun yang dilepaskan adalah lentera kertas ke udara.  Menghasilkan pemandangan spektakuler dari lentera-lentera yang membumbung di langit-langit dan lautan cahaya lilin di sungai.

 

  1. Dia De Los Muertos – Mexico

Dia De Los Muertos atau Hari Raya Kematian adalah perayaan menyatukan kembali yang hidup dan yang mati. Keluarga membuat ofrendas (Persembahan) untuk menghormati anggota keluarga mereka yang telah meninggal. Altar-altar ini dihias dengan bunga marigold berwarna kuning cerah, foto orang yang meninggal, serta makanan dan minuman favorit orang yang dihormati. Persembahan tersebut diyakini dapat mendorong arwah anggota keluarga yang telah meninggal untuk berkenjung ketika mereka mendengar doa, mencium bau makanan kesukaan mereka dan bergabung dalam perayaan.

Perayaan ini adalah tentang merayakan kematian dan kehidupan. Di mana berkabung diubah menjadi sebuah perayaan. Apabila anda sudah menonton film animasi yang diproduksi oleh Studio Animasi Pixar berjudul Coco, anda kurang lebih bisa memahami konsep festival ini.

 

 

 

  1. Guy Fawkes Night – Great Britain

Malam Guy Fawkes diadakan setiap tahun pada tanggal 5 November. Awalnya tradisi ini dimulai pada tahun 1605, setelah upaya pembunuhan terhadap Raja James I yang gagal oleh para konspirator Katolik, salah satunya adalah pria bernama Guy Fawkes. Tahun berikutnya orang-orang diizinkan untuk merayakan kelangsungan hidup raja mereka dengan hari libur dan api unggun. Namun dari waktu ke waktu dan hari makna tradisi yang sebenarnya pun luntur dan kini sebagian besar orang di Inggris memanfaatkan malam Guy Fawkes sebagai waktu untuk merayakan bersama teman-teman dengan api unggun dan kembang api.  Perayaan Guy Fawkes Night ini pun juga sempat tampil di Film Hollywood yang dibintangi oleh aktris Natalie Portman yang berjudul V for Vendetta.

Related posts