Ada Apa Dengan Matcha?

BERITA TREND MASA KINI – Ramuan teh hijau atau yang dikenal sebagai matcha pertama kali dibuat di Tiongkok pada masa Dinasti Tang dan kemudian dibawa ke Jepang oleh biksu Buddha yang mengkonsumsi matcha untuk membuat mereka terus terjaga selama berjam-jam ketika melakukan meditasi. Hingga detik ini konsumsi matcha telah menjadi budaya bagi kebanyakan orang Jepang. Bahkan mereka memiliki ritual upacara minum teh yang disebut temae.

Matcha dibuat dari daun teh yang diarsir selama kurang lebih tiga minggu. Itulah alasan mengapa matcha memiliki warna hijau yang begitu cerah. Setelah panen, daunnya dikukus sebentar dan dikeringkan. Kemudian semua batang dicabut sehingga hanya daun murni saja yang tersisa. Proses ini disebut dengan tencha. Akhirnya daun-daun tersebut diigiling menggunakan batu menjadi bubuk halus yang dikenal sebagai bubuk matcha. Secara tradisional matcha diolah dengan mengaduknya dengan air panas, menghasilkan minuman yang sedikit pahit dan unik.

Berikut ini adalah fakta-fakta menarik seputar matcha.

  1. Matcha 137 kali lebih kuat dari teh biasa. Selain kaya akan antioksidan, matcha memiliki nutrisi yang setara dengan 10 cangkir teh hijau biasa.
  2. Satu sendok teh matcha mengandung 70 mg kafein. Sedangkan segelas espresso hanya mengandung 64 mg kafein.
  3. Matcha mengandung asam amino L-theanine, yang dapat menenangkan pikiran dan membuat tubuh rileks tanpa menyebabkan kantuk. Dengan mengonsumsi matcha, anda mendapatkan energi stabil selama 6-8 jam tanpa perlu khawatir merasa pusing.
  4. Matcha dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa peminum matcha memiliki tingkat metabolisme 35-40% lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum matcha. Metabolisme yang lebih tinggi berarti bahwa pada keadaan istirahat, tubuh Anda membakar lebih banyak kalori daripada orang dengan metabolisme yang lebih lambat. Minum teh untuk menurunkan berat badan? Ide bagus!
  5. Matcha dapat menghilangkan bau mulut dan bau badan. Matcha mengandung BANYAK klorofil, yang mendetoksifikasi darah, hati, dan saluran pencernaan Anda. Memiliki usus yang bersih sama dengan bebas bau mulut dan bau badan.
  6. Membantu menstabilkan kadar gula dalam darah. Serat yang terkandung dalam matcha dapat membantu mencegah lonjakan insulin. Matcha juga dapat memperlambat perkembangan diabetes tipe 1 dan mengatur kadar glukosa penderita diabetes.
  7. Menambahkan susu pada matcha bukan ide bagus. Matcha Latte memang selalu menggiurkan, namun berdasarkan peneliti Jerman ditemukan bahwa susu menetralkan efek katekin yang terkandung dalam matcha. Protein dalam susu, kasein, mengikat katekin, hingga manfaat matcha seperti mencegah penuaan dini dan mencegah darah tinggi jadi hilang.

 

Cara mempersiapkan matcha secara tradisional.

  1. Siapkan bubuk matcha. Untuk pengalaman minum matcha terbaik, pilih matcha dengan grade ‘ceremonial’, yang memiliki rasa yang lebih halus. Tekan bubuk matcha ke sisi chawan atau mangkuk untuk menghilangkan gumpalan.
  2. Tambahkan air. Untuk setiap ¾ sendok teh matcha yang anda gunakan, tambahkan 4 hingga 6 ons air panas. Metode pembuatan matcha ini disebut usucha, atau ‘teh tipis’. Anda lebih suka teh yang lebih kental dan lebih pekat? Cukup tingkatkan rasio bubuk dengan air.
  3. Mulai mengaduk. Anda membutuhkan chasen atau alat pengaduk tradisional yang terbuat dari bambu. Jika anda tidak memiliki chasen, pengaduk dari kawat pun bisa anda gunakan namun buih yang dihasilkan tidak akan sama seperti yang dihasilkan oleh chasen. Dengan permainan bola parlay gerakan maju mundur dan cepat, kocok air dan bubuk bersama-sama dalam garis lurus selama sekitar 20 hingga 30 detik.
  4. Membuat busa. Lanjutkan mengaduk dengan pola zigzag selama 10 hingga 15 detik lagi, hingga gelembung buih kecil muncul di permukaannya. Kemudian siap untuk diminum.

Pro tips: Pastikan untuk langsung menikmati matcha yang baru selesai anda buat. Matcha dapat menggumpal dan mengendap di bagian bawah cangkir jika terlalu lama, atau dapat teroksidasi dan mulai berubah menjadi cokelat.

Matcha bisa kehilangan kesegarannya dengan cepat. Oleh karena itu, matcha harus dikonsumsi paling lambat 30 hari setelah kemasan bubuk matcha itu dibuka. Menyimpannya di lemari pendingin dapat membantu membuatnya tetap segar. Namun ketahuilah bahwa teh dapat menyerap bau dengan mudah, jadi disarankan agar tidak menyimpannya di dekat apa pun yang berbau kuat.

Related posts