Perang di Yaman, Saudara Raja Salman Mengkritik Sistem Peran Kerajaan Saudi

Beritatrendmasakini.comDunia, London, – Seluruh kerabat Kerajaan Arab Saudi melakukan kritikan terhadap Raja Arab Saudi ( Salman bin Abdulaziz) dan Putra Mahkota mereka akan peran yang dilakukan dalam konflik yang terjadi Yaman.

Pernyataan tersebut di sampaikan oleh seluruh kerabat kerajaan mewakili ( Pangeran Ahmed) di hadapan sekelompok pengunjuk rasa yang menggelar aksi di luar kediamanya di London.

Pangeran Ahmed menjawab sekelompok pengunjuk rasa yang menggelar aksi di kediamanya tersebut “Apa hubungan keluarga al-Saud dengan seruan kalian? kami tidak ada hubungan nya dengan apa yang terjadi di Yaman, yang berhubungan dengan kejadian ini adalah pejabat seperti raja dan putra mahkota”.

“kami rekan dan seluruh kerabat berharap perang di Yaman dapat berakhir secepat nya” diberitakan oleh The New Arab (4/9/2018).

Dalam sebuah rekaman video amatir, seluruh kerabat senior dari keluarga kerajaan itu juga angkat bicara menggenai masalah demonstran terkait serangan udara yang di lancarkan, mereka menyatakan setuju dengan kecaman tersebut. serangan udara tersebut yang di lancarkan oleh kolaisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada agustus itu telah menewaskan puluhan warga termasuk anak anak dan orang tua.

Dan kerabat senior dari keluarga kerjaan juga menyampaikan simpati akibat penahanan oleh aktivis bahrain. Dan akan berjanji segera menggambil tindakan yang di lakukan para aktivis jika memungkinkan.

Pemerintahan Kerajaan dan anggota keluarga Al-saud sangat jarang menyampaikan kritikan-kritikan menggenai sistem politik. kali ini mereka melakukan nya, di karenakan ketidak puasan terhadap kebijakan kebijakan yang di tunjukan oleh Raja Salman dan Putra Mahkota kerajaan.

Pangeran Ahmed sangat berpengaruh terhadap sistem kerajaan, Dia adalah salah satu anggota Sudairi Seven (organisasi block putra putra kerajaan), dan merupakan adik laki laki dari Raja Salman. Pangeran Ahmeda sudah lama menjabat menjadi Wakil Mentri selama 37 tahun. dan sebagai Menteri di tahun 2012, sehingga Pangeran Ahmed sangat di hormati.

Ternyata Kerajaan saudi dan Koalisi nya sudah mulai mengintervensi perang di Yaman pada Maret 2015 yang lalu, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menjadi sorotan terhadap kebijakan yang agresif untuk menuntaskan para pengagas dan pemimpin arsitek perang Yaman.

Related posts