Ingin Permak Hidung Menggunakan Filler dan Tanam Benang? Baca Saran Dokter

Ingin Permak Hidung Menggunakan Filler dan Tanam Benang? Baca Saran Dokter

Beritatrendmasakini.comGaya Hidup, Jakarta – Maraknya tren tanam benang dan sutik filler pada hidung sekarang ini membawa fenomenaa tertentu. Pasalnya ada beberapa dokter bedah plastik yang mengakui kerap mendapatkan kasus pasien yang ingin ‘mengoreksi’ hidungnya yang salah kaprah disuntik fillet atau tanam benang oleh pihak yang bukan ahlinya.

Salah satu dokter yang sudah tersohor di Indonesia yaitu dr Teuku Adifitrian, Sp.BP, atau yang dikenal sebagai dr Tompi untuk nama panggungnya, sempat membagikan bahaya dari praktik-praktik itu di akun instagram miliknya dalam video berjudul DON’T DO THIS TO YOUR NOSE.

Ia dan beberapa dokter yang tergabung pada Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) merasa harus meluruskan informasi dan mengedukasi masyarakat mengenai hal itu agar tidak semakin banyak kasus di kemudian hari.

“Kita juga tidak mengatakan benang atau filler itu barang yang terlarang. Tidak. Itu barang yang secara medical ada, namun penggunaannya yang tidak tepat,” pungkas dokter yang juga berprofesi sebagai penyanyi itu, ketika diwawancarai dalam konferensi pers PERAPI di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018)

Ketua PERAPI, dr Budiman, SpBp, juga menyampaikan bahwa konferensi pers ini juga untuk menindaklajuti dari komentar dr Tompi pada kasus instagramnya itu.

“Filler dan tanam benang hanya bermanfaat untuk tujuan tertentu saja, misal benang untuk menarik keriput dan filler untuk mengisi cekungan. Namun jika di hidung itu secara tidak tercapai,” terangnya.

Tidak hanya di hidung, kini tren populer itu juga menjamah bagian tubuh lain seperti pada payudara, kantung mata dan bokong. Direspon lagi oleh salah satu dokter bedah pelastik lainnya yaitu dr Irena Sakura Rini, MD, bahwa tanam benang pada payudara justru akan membayakan jaringan di dalamnya.

“Lebih sulit gitu logikanya ya karena tidak mungkin benang itu kuat menahan payudara yang cukup berat,” jelasnya. “Sedangkan pada jaringan hidung aja dia tidak bisa menahan.”

Dijelaksan lagi, bahwa filler akan menutupi pembuluhdarah yang berada di hidung sehingga bisa menyebabkan jaringannya mati dan membuat hidung menjadi bengkak.

Sedangkan tanam benang bisa menarik hidung ke arah dahi dan membuat area nasofrontal (sudut antara hidung dan dahi) hilang, membuatnya terlihat seperti hidung singa, seperti yang dijelaskan dr Budiman.

“Ada banyak pasien yang mengeluh hidungnya malah menjadi lebih tebal atau gendut dan lebar,” ucap dr Tompi.

“Tidak perlu ikut-ikutan. Jika bisa lah, jangan suntik-suntik deh. Apapun itu jika suntikannya uda lebih dari 2cc itu sudah pasti akan menjadi masalah,” tambah dr Sakura.

Mereka berharap agar masyarakat Indonesia tidak mudah untuk mengikuti iklan dan berpikir secara matang jika ingin melakukan praktik operasi plastik. Jika tingin filler, lihat informasi mengenai cairan yang digunakan dan gunakanlah pada lokasi yang cocok serta dengan dosis yang sesuai juga.

Related posts