3 Jenis Gangguan Jantung yang Dapat Mengakibatkan Meninggal ketika Tidur

3 Jenis Gangguan Jantung yang Dapat Mengakibatkan Meninggal ketika Tidur

Beritatrendmasakini.comGaya Hidup, Jakarta – Satu pertiga hidup manusia dihabiskan dalam tidur. Pakar mengatakan tidak heran jika kasis meninggal ketika tidur cukup banyak terjadi pada masyarakat.

Yang terbaru, Kapten tim sepakbola ACF Fiorentina, Davide Astori, meninggal ketika sedang tidur di kamar hotel sehari sebelum akan bertanding. Laporan resmi autopsi mengatakan Astori meninggal akibat dari gagal jantung.

Brandon Peters, MD, pakar kesehatan tidur dan neurologi dari Virginia Mason Medical Center, Seattle, Amerika Serikat menyampaikan ada setidaknya 3 gangguan jatung yang dapat menyebabkan seseorang meninggal ketika tidur.

inilah 3 jenis gangguan tersebut:

1. Serangan Jantung

Serangan jantung dapat terjadi disebabkan pembuluh darah koroner mengalami sumbatan, sehingga pasokan darah ke jantung tidak lancar. Kondisi ini biasanya dikarenakan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak dan kolestrol.

Gangguan aliran darah dapat merusak atau menghancurkan otot jantung dan berakibat fatal. Nah, hal ini yang tidak lazim terjadi ketika seseorang sedang tidur.

2. Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama jantung yang ganas dikatakan sebagai tachycardia. Gangguan ini memengaruhi sistem kelistrikan dan kecepatan dalam pengisian rongga jantung. Dengan kata lain, jantung yang ototnya tebal akan memompa lebih cepat, meskipun rongga jantung masih belum disi darah hingga penuh.

Hal ini dapat mengakibatkan suplai darah ke organ-organ di tubuh menjadi tidak merata. Gangguan irama jantung yang ganas juga bisa mengakitbatkan kerusakan sel di bagian jantung, yang memicu kematian dikarenakan penyakit jantung koroner dan gagal jantung.

3. Gagal Jantung

Gagal jantung (heart failure) ketika tidur membuat jantung berhenti berdetak secara perlahan-lahan. Hal ini dapat terjadi terutama kepada pengidap penyakit jantung kronis yang memiliki kendala ketika bernapas ketika berbaring.

Gagal jantung pada bilik sebelah kiri membuat bilik sebelah kanan tidak bisa memompa darah, akibat dari penumpukan cairan di dalam paru-paru pembengkakan di kaki dan tangan, bahkan kematian.

Related posts