KPK akan Memeriksa Sebanyak 7 Politikus Golkar yang Menjadi Saksi Meringankan Novanto

KPK akan Memeriksa Sebanyak 7 Politikus Golkar yang Menjadi Saksi Meringankan Novanto

Beritatrendmasakini.comNews, Jakarta – KPK memanggil saksi untuk meringankan atau saksi a de charge bagi Setya Novanto. Selain itu, penyidik KPK juga memanggil ahli yang ditunjukkan oleh pengacara Novanto.

“Dalam Agenda pemeriksaan terhadap saksi dan ahli untuk meringankan yang diajukan dari pihak Setya Novanto. Sebagai bentuk profesionalitas penegak hukum, penyidik menghormati hak tersangka dan mengikuti aturan hukum acara yang terdapat di KUHAP,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (26/11/2017).

Pemeriksaan itu akan dilakukan pada Senin (27/11). Pemanggilan itu didasarkan permintaan dari kuasa hukum Novanto.

Totalnya semua ada sebanyak 9 saksi dan 5 ahli yang ditunjukkan oleh kuasa hukum Novanto. Namun ada 2 saksi pernah diperiksa KPK sehingga tidak dipanggil lagi.

Baca juga : Polisi Memeriksa Ulang Keterangan Hilman ke Novanto Mengenai Posisi Duduk

“Panggilan telah disampaikan beberapa hari yang lalu setelah permohonan pemeriksaan saksi dan ahli meringankan diberikan oleh penasihat hukum Setnov. Terdapat 9 saksi yang ditunjukkan dan 5 ahli. Dari sembilan saksi duanya sudah pernah menjadi saksi dalam rangkaian penanganan kasus e-KTP ini,” ucap Febri.

Untuk unsur saksi, Febri mengatakan seluruhnya merupakan politikus Partai Golkar. Sedangkan unsur ahli, ada 4 pakar hukum pidana dan 1 pakar hukum tata negara.

“Unsur saksi, seluruhnya yaitu politisi Partai Golkar, baik yang sudah menjadi anggota DPR , tenaga ahli Ketua DPR ataupun pengurus Partai Golkar. Unsur ahli, terdiri, dari 4 ahli pidana dan 1 ahli hukum tata negara,” kata Febri.

Tetapi Febri tidak mengatakan siapa saja yang akan menjadi saksi dan ahli dalam panggilan tersebut. Hanya saja, sebelumnya pengacara Novanto, Otto Hasibuan, sempat mengatakan beberapa nama ahli yang ditunjukkan.

“Kami ingin seperti Prof Romli (Atmasasmita), Pak Margarito (Kamis), tetapi kami belum ada komunikasi dengna mereka, apakah mereka bersedia atau tidak,” kata Otto.

Romli Atmasasmita diketahui pernah menjadi ahli pada sidang praperadilan Novanto sebelumnya. Praperadilan ini akhirnya memenangakan gugatan dari Ketua DPR itu pada 29 September 2017.

Related posts