Resikonya Bekerja Tidak Pernah Cuti Berdampak Kepada Kesehatan Mental

Resikonya Bekerja Tidak Pernah Cuti Berdampak Kepada Kesehatan Mental

Beritatrendmasakini.comGaya Hidup, Jakarta – Tinggal berapa sisa cuti tahunan Anda? Gunakan sesegera mungkin dan jangan sampai hangus jika tidak ingin mengalami masalah kesehatan pada mental ini.

Sebuah riset yang diumumkan di American Journal of Orthopsychiatry mengatakan pekerja yang tidak pernah mengambil cuti kemunkinan beresiko 1,45 kali lebih besar bisa mengalami masalah mental. Masalah mental yang dialami juga beragam, mulai stres, insomnia, hingga cemas dan depresi.

Penelitian dilakukan oleh LeaAnne DeRigne dari Florida Atlantic University kepada 17.897 partisipan dewasa. Mereka diminta untuk melaporkan jam kerja harian, pendapatan, jatah cuti dan jumlah cuti yang akan diambail, lalu akan dibandingkan dengan laporan kesehatannya.

Baca juga : Gaya Hidup Sehat Terbukti Melindungi Anda dari Kanker

“Masalah mental yang akan dialami pekerja mungkin terlihat biasa saja. Namun jika dibiarkan saja, hal ini dapat mengganggu kehidupan mereka, yang nantinya bisa membuat produktivitas menurun dan juga merugikan perusahaan, ” pungkas DeRigne.

Peneliti juga mengatakan pekerja tidak mengambil cuti karena berbagai alasan. tidak ingin kehilangan uang harian dan stigma buruk mengenai pekerja yang cuti di kantor merupakan dua alasan utama kenapa pekerja enggan untuk mengambil cuti tahunan.

Secara terpisah, dr Andri SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omno Alam Sutera mengatakan stres karena pekerja bisa saja muncul kapan saja. Cara pertama untuk mehilangkan stres dikarena tekanan pekerjaan yaitu dengan mengambil cuti.

Cuti bisa digunakan untuk bepergian atau juga istirahat di rumah dengan keluarga, Cara lainnya untuk mengurangi stress pekerja yaitu perusahaan mau memberikan apresiasi terhadap karyawan yang sudah bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Nah, dengan diberikan penghargaan, misalnya dengan lemburnya dibayar atau diberikan bonus, akan membuat karyawan lebih termotivasi bekerja dan merasa dihargai. Jadinya dia tidak gampak kecewa yang jika ditambahkan tekanan bisa menyebabkan depreso,” pungkasnya.

Related posts