Mendagri : Jokowi Kembali Mengingatkan Tentang Rendahnya Penyerapan APBD

Mendagri : Jokowi Kembali Mengingatkan Tentang Rendahnya Penyerapan APBD

Beritatrendmasakini.comNews, Jakarta – Presiden Jokow Widodo (Jokowi) kembali mengigatkan setiap kepala daerah yang sudah memaksimalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya sudah mengigatkan kembali untuk setiap kepala daerah.

“Kemendagri secara berkala selalu memberikan surat edaran kepada pemda/provinsi/kabupaten/kota untuk kembali mengigatkan tentang penyerapan anggaran,” ucap Tjahjo, Minggu (13/8/2017).

Tjahjo mengatakan ada beberapa hal yang sudah menyebabkan rendahnya penyerapan APBD. Salah satunya, proses lelang yang selalu menjadi permasalahan pemerintah daerah.

“Proses penyerapan anggaran pemerintahan provinsi/kabupaten/kota yang masih belum optimal dikarenakan berbagai hal, tidak selalu dikarenakan penyerapan anggarannya masih lemah, dikarenakan arahan Bapak Presiden sudah mencoba mengigatkan kembali bahwa mulai Januari (di awal tahun) harus mulai lelang proyek. Agar tidak akan terjadi penumpukan diakhir tahun, supaya pertumbuhan ekonomi daerah dapat bergerak,” pungkasnya.

Dia kemudian memberikan contoh ada pemerintah daerah (pemda) yang berdalih jika uang proyek itu masih belum diambil oleh pihak ketiga. Sehingga terpikir dana proyek itu terkumpul di bank.

Baca juga : Patung Lilin Jokowi yang Berada di Madame Tussauds Hong Kong Akan Mengenakan Batik

“Ada pemda yang mengatakan penyerapan sudah bagus tetapi pihak ke-3 masih belum ada mengambil uangnya, sehingga terlihat uang tersimpan di Bank. Padahal sudah menjadi hak pihak ke-3 tetapi masih belum diambil dan pihak ke-3 sudah bekerja di lapangan,” tuturnya.

Meski begitu Tjaho mengatakan arahan Jokowi wajib dijalankan demi menggerakkan pertumbuhan ekonominya masyarakat. Pihaknaya secara bersamaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas sudah mengatongi data daerah yang masih belum mengoptimalkan dalam penggunakan APBD-nya.

“Tetapi apapun peringatan dari Bapak Presiden harus menjadi perhatiannya kepala daerah dan dari pihak Kemendagri dan Kemenkeu serta Bappenas memegang data masing-masing daerah yang masih menyimpan uangnya di berbagai Bank khususnya bank Daerah,” pungkas Tjahjo.

Tjahjo kembali memberitahukan APBD yang sudah resmi diterima pemda setempat harus segera di serap secara optimal. Sehingga diharapkan dapat membatu perputaran perekonomiannya masyarakat.

“Penyerapan anggaran harus terlihat optimal supaya bisa bergerak pertumbuhan ekonomi rakyat di daerah,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan jika masih ada anggaran Rp 220 triliun yang berada di bank-bank daerah. Jokowi kembali mengigatkan agar kepala daerah segera mengelola dana tersebut.

“Itu yang di sediakam. Karena hingga hari ini saya melihat di rekening masih ada 220 triliun rupiah yang berada di rekening-rekening BPD maupun di bank-bank lain. Uang ini dinantikan oleh rakyat, ditunggu realisasinya,” ucap Jokowi saat ditemui wartawan di SMPN, Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8).

Related posts