Mengunjungi Desa Budaya Sasadu Berada di Halmahera Barat

Mengunjungi Desa Budaya Sasadu Berada di Halmahera Barat

Berita Trend Masa Kini.com, Jakarta – Mengunjungi suatu wilayah yang ada di Indonesia memang akan memberikan kita pengalaman cukup berkesan. Karena selain alamnya yang tidak perlu dipungkirin lagi keindahannya, Indonesia juga menyimpan begitu banyak kekayaan budaya.

Hal tersebut sudah dibuktikan oleh tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) yang datang mengujungi Halmahera Barat, Maluku Utara. Tim Berkesempatan mengunjungi Desa Budaya Sasadu.

Setibanya di Desa Budaya Sasadu, tim 7WWM akan dipertemukan kepada masyarakat Halmahera yang masih menjunjung tinggi tradisi adat dan budayanya. Beragam tradisi yang mempuyai filosofi masih menjadi pegangan teguh mereka, khususnya bagi masyarakat Jailolo.

Contohnya saja rumah adat Sasadu yang masih menyimpan begitu banyak ragam filosofi dari bentuk dan arsitekturalnya. Setiap sudut bangunan memiliki bentuk dan pengertian yang berbeda.

Baca juga : Terlihat Tilas Sesepuh Sunda di Kawah Rengganis

Misalnya kerangka bangunan terbuat dari kayu pohon kelapa dan bambu. Sedangkan paku pasaknya masih menggunakan kayu dari setiap struktur bagunan. Begitu pula dengan bola yang digantung pada bilah kayu yang berada di ujung atap. Bola tersebut menandakan kaki yang berarti kestabilan.

Pengujung yang ingin memasuki rumah adat Sasasdu harus merundukkan kepalanya karena bagunan memang dibuat agak pendek. Bagian bagunan ini menjadi bukti penghormatan bagi pengunjung tamu kepada tuan rumah. Jika diterapkan pada kehidupan sehari-hari, setiap orang harus hormat dan patuh dengan ada yang sudah ada.

Rumah adat Sasadu juga menyimpan simbol toleransi yang cukup tinggi. Dapat dilihat dari sudut bagunan yang memiliki makna sendiri bagi adat istiadat masyarakat Jailolo.

Selain dari rumah adat, masyarakat setempat masih ada melakukan ritual Orom Sasadu. Ritual ini merupakan upacara bentuk syukurnya masyarakat Jailolo atas hasil panen.

Namun sekarang ritual itu dilakukan tidak terlalu mistis dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat Dalam ritual tersebut, ungkapan rasa syukur yang diucapkan saat panen sudah tiba yang dipimpin oleh ketua suku. Ritual ini dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu saat panen tiba.

Kekayaan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Halmahera Barat menunjukkan tariannya, tim 7WWM disambut baik oleh anak-anak Desa Gamtala, Jailolo dengan Tarian Penyambutan dan Sara Dabi-Dabi.

Tarian ini begitu menarik ditambah dengan irama musik berupa kentongan, gong dan tifa yang mengiringinya. Ketua Adat Gamtala Jailolo, Thomas Salasa juga ikut menyambut tim 7WWM.

“Rumah adat Sasadu bagi semua. Tidak membatas bagi satu golongan saja. Suku dan agama manapun bisa menggunakan Sasadu ini untuk bisa beraktivitas,” tutur Thomas.

Pemerintahan Daerah Halmahera Barat juga menyertakan ritual ini ke dalam Festival Teluk Jailolo yang diadakan setiap tahunya. Wisatawan lokal dan luar wilayah Halmahera dapat berkunjung ke sini dan menikmati sajian upacara budaya.

Related posts